Senin, 11 Mei 2009

Khadijah r.a. (555 M – 619M) Isteri Tercinta Rasulullah SAW ( Khadija is the most loving wife of Mohammed )


Cinta Rasulullah SAW kepada Khadija r.a.

Muslim dan Muslimah mana yang tidak mengenal Khadijah r.a. isteri junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Khadijah adalah isteri tercinta Muhammad SAW. Setiap saat Rasul berbicara kepada putrinya Fatimah r.a. (the sinless and the princess of the ladies of heaven). dan mengucapkan atau menyinggung nama Khadijah r.a. yang sudah lama wafat maka mata nabi Muhammad SAW senantiasa berkaca-kaca oleh genangan air mata. Bayangkan bagaimana kecintaan Rasulullah kepada Khadijah r.a.. Wanita ini adalah figur agung yang sangat dicintai oleh Muhammad SAW. Cinta Rasulullah kepada Khadijah r.a. merupakan contoh cinta keagungan yang akan selalu dikenang oleh setiap Muslim dan Muslimah.
Kita semua tahu bahwa perbedaan usia Rasulullah SAW 15 tahun lebih muda dari Khadijah r.a.. Pada waktu menikah usia Rasulullah SAW baru 25 tahun sedangkan usia Khadijah r.a. adalah 40 tahun. Namun Nabi Muhammad tidak pernah melupakan bagaimana keindahan dan kecintaannya kepada Khadijah r.a.

Mengapa demikian besar cinta dan kenangan Rasulullah SAW kepada isterinya yang pertama itu?. Cinta yang demikian tentunya hanya dapat terjadi karena keagungan dari sosok Khadijah dan kasih sayang dan cinta yang diberikan oleh Khadijah r.a. kepada Muhammad SAW.
Pernah suatu kali Aisha r.a. dalam keadaan cemburu bertanya kepada suaminya Rasulullah SAW apakah Khadijah merupakan satu-satunya istri Rasulullah yang paling dicintai dan mendapatkan kemuliaan dari Rasulullah? Nabi SAW menjawab penuh perasaan haru dan linangan air mata : “ Ia percaya padaku manakala orang lain belum percaya padaku ; Ia menerima Islam manakala orang menolakku; dan Ia menolong dan menghiburku manakala tiada seorangpun memberikan tangan pertolongan kepadaku.”

Figur Khadijah r.a. at-Thahira (Wanita Suci)

Tentunya kita semua ingin mendapatkan gambaran mengenai sosok Khadijah yang agung dan mulia serta sangat dicintai oleh Rasulullah. Khadijah ra. adalah figur wanita yang sangat dihormati dikalangannya. Khadijah r.a. adalah seorang wanita anggun dan bijaksana serta memiliki para yang cantik serta figur badan tinggi dengan kulit yang putih bersih. Isteri Rasulullah ini merupakan wanita cerdas dan memiliki pandangan yang tajam namun bijaksana dalam perilaku, perbuatan dan dalam membuat keputusan. Wanita suci kecintaan Rasulullah ini sangat pandai dalam melakukan perniagaan dan pengelolaan usahanya. Keagungan Khadijah begitu hebatnya sehingga malaikat Jibril pun menghormatinya. Hal ini diceritakan oleh sahabat Rasulullah bahwa pada saat Khadijah masih hidup, Jibril pernah berkata kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah, Khadijah sedang membawakan makanan untuk mu. Manakala ia datang padamu, sampaikanlah salam dari Tuhannya dan dari aku, dan sampaikanlah padanya berita baik dari istana taman permata di surga dimana tidak akan ada suara kebisingan ataupun kelelahan.”

Khadijah r.a. adalah wanita cantik dan kaya raya yang dilahirkan dari keluarga Saudagar kaya bangsa Quraisy terhormat dan mulia dari Banu Hasyim. Ayah Khadijah adalah Khuwaylid ibn Asad dan ibunya Fatimah bint Zaidah. Sebelum menikah dengan Muhammad Al-Amin, Khadijah r.a. telah menikah dua kali dan memiliki 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Suami Khadijah yang pertama yaitu Abu Halah bin Zurara at Tamimi tewas dalam peperangan antar suku di Arab. Sedangkan suami kedua yaitu Atq bin A’id telah diceraikannya. Setelah berpisah dengan suami keduanya, Khadijah r.a tidak lagi ingin menikah walaupun banyak sekali pria-pria terhormat yang ingin memperistrinya dan menawarkan harta kekayaan kepadanya. Tetapi Khadijah tidak pernah memperlihatkan minatnya dan beliau hanya ingin mengabdikan dirinya untuk membesarkan putra putrinya serta mencurahkan perhatiannya pada usaha perniagaan yang dimilikinya. Sehingga pada waktu itu, nama Khadijah r.a. sangat dikenal di Mekah sebagai seorang saudagar kaya yang terhormat dan sangat disegani dalam kegiatan perniagaan dan didalam pergaulan masyarakat Mekah dan Khadijah juga disebut sebagai “wanita suci” atau “Thahira.”

Pertemuan Khadija r.a. dengan Muhammad SAW

Pertemuannya dengan pemuda Muhammad bin Abdullah adalah karena usaha perniagaannya memerlukan tenaga pemimpin kafilah untuk melaksanakan perdagangan ke negeri Syam. Khadijah r.a. mendengar keberadaan seorang pemuda yang sangat jujur bernama Muhammad yang dijuluki Al-Amin atau orang yang sangat terpercaya. Khadijah r.a. yang cerdas dan bijaksana berpendapat bahwa kejujuran sangat penting untuk kegiatan perniagaanya. Oleh karena itu, Khadijah r.a. sangat ingin mempekerjakan Muhammad al-Amin dan melalui sanaknya Khaziman ibn Hakim beliau meminta kesediaan Muhammad untuk memimpin kafilahnya. Khadijah adalah wanita yang cerdas sehingga hanya berdasarkan informasi yang diperolehnya beliau sudah sangat yakin bahwa Muhammad adalah pemuda yang dibutuhkan dan cocok untuk memimpin Khafilahnya. Penilaian Khadijah r.a. tehadap Muhammad tidak salah. Perniagaan yang dilakukan oleh Muhammad membawakan hasil keuntungan besar yang tidak pernah dialami oleh Khadijah pada perniagaan sebelumnya.
Kinerja khafilah perniagaan yang dipimpin oleh Muhammad terus meningkat. Seluruh tindak tanduk pemimpin kafilah ini diperhatikan dengan cermat oleh Khadija r.a. Pemuda Muhammad menarik perhatian Khadijah. Laporan yang diberikan oleh Maysara pegawai Khadija r.a. membuat perhatiannya kepada Muhammad yang 15 tahun lebih muda darinya semakin tertanam mendalam. Maysara juga menceritakan pengalaman perjalanannya dengan Muhammad dimana seorang ravi Yahudi bernama Nastura memperhatikan Muhammad yang perjalanannya selalu dilindungi oleh awan. Ravi Yahudi itu menyampaikan kepada Maysara bahwa Muhammad itu adalah seorang nabi yang suci.

Khadijah r.a. jatuh cinta

Berbagai laporan dan cerita mengenai Muhammad yang disampaikan Maysara kepada Khadijah r.a. serta perbuatan dan penampilan Muhammad yang mengagumkan diperhatikannya serta membuat Khadija r.a. resah, gelisah dan tertekan. Bayangan Muhammad senantiasa menguasai benak dan fikiran Khadija r.a. sehingga beliau menampakkan kegelisahannya. Penampilan Khadijah r.a. ini menjadi perhatian dari sahabat beliau yaitu Nufaysa binti Umayya. Kelembutan Nufaysa berhasil membuat Khadijah r.a. terbuka padanya dan Khadijah r.a. mencurahkan perasaan hatinya kepada Nufaysa bahwa beliau telah mendapatkan seorang laki-laki yang sangat berharga untuk menjadi suaminya. Perasaan cintanya yang mendalam kepada Muhammad telah membuat Khadijah memberanikan dirinya untuk melawan tradisi seluruh bangsa di dunia bahwa wanita harus menunggu lamaran dari laki-laki. Disinilah kehebatan dan keberanian yang diperlihatkan oleh Khadijah r.a. untuk merubah paradigma yang berlaku bahwa seorang wanita tidak mungkin melamar seorang laki-laki untuk menjadi suaminya. Karena beliau r.a. adalah seorang wanita yang memiliki ketajaman dan keteguhan dalam bersikap, maka beliau meminta Nufaysa untuk menemui dan menyampaikan maksudnya kepada Muhammad SAW. Pemuda Muhammad menyampaikan kepada Nufaysa bahwa beliau tidak sepadan dengan Khadijah r.a. seorang wanita kaya raya yang cantik manakala beliau hanya seorang pemuda yatim piatu yang tidak memiliki kekayaan apapun. Mendengar pandangan Muhammad yang demikian Khadijah r.a. menyampaikan langsung kepada Muhammad bahwa harta kekayaan yang dimilikinya tidaklah menjadi halangan baginya karena seluruh harta kekayaan yang dimilikinya diserahkan kepada Muhammad. Bisa dibayangkan bagaimana kehebatan cinta Khadijah r.a kepada Nabi Muhammad SAW. Baginya harta dunia yang dimilikinya tidak dapat menghalanginya untuk mendapatkan kecintaan Muhammad SAW.

1 komentar:

  1. Artikel yg indah sekali dimana menceritakan keagungan cinta seorang Rosul kpd Wanita Agung dan Mulia.Di sisi lain diungkapakan keberanian seorang wanita untuk mendapatkan cinta dr seorang laki2 yg dikagumi dan dicintai.

    BalasHapus